Sunday, 27 July 2014

Sejarah dan Filosofi Toga

Toga” itu berasal dari pakaian bangsa romawi pada zaman dahulu kala. Kala itu toga adalah kain sepanjang 6 meter (kurang lebih) yang dililitkan ke tubuh. Setelah abad ke-2 SM, Toga ini dikhususkan untuk laki-laki saja, adapun untuk kaum wanita mereka mengenakan Stola.

Stola pada awalnya merupakan syal yang dipakai menutupi bahu dan menjuntai ke bagian depan tubuh. Bentuk stola makin lama makin mengecil dan dihias sedemikian rupa karena stola dikembangkan menjadi tanda kehormatan. Kini stola dibuat menjadi lebih lebar dan dibuat dari berbagai jenis bahan.

Tali toga pertama-tama ditempatkan di sebelah kiri, makna filosofinya adalah selama menjadi pelajar/mahasiswa, kebanyakan yang kita pakai adalah bagian otak sebelah kiri. Kita semua tahu bahwa otak kiri itu hanya berhubungan dengan hafal-menghafal.

Nah, formalitas memindahkan tali toga dari sebelah kiri ke kanan maknanya adalah supaya setelah menjadi sarjana, kita tidak hanya menggunakan otak kiri saja. Namun juga harus lebih banyak menggunakan otak kanan atau keduanya. karena otak kanan berhubungan dengan kreativitas, inovasi dan imajinasi.

Juga berhubungan dengan pekerjaan yang harus dipilih para lulusan. Para sarjana tidak hanya memakai otak kiri saja atau hanya bekerja pada orang lain dengan tanpa kreativitas. Namun mereka harus mampu berpikir luas, kreatif, menciptakan lapangan pekerjaan (source : wikipedia, masstorry)



SEJARAH TOGA

Kata toga berasal dari tego, yg dalam bahasa latin bermakna penutup. biarpun umumnya dikaitkan dengan bangsa romawi, toga sesungguhnya berasal dari sejenis jubah yang dikenakan oleh pribumi italia, yaitu bangsa etruskan yang hidup di italia sejak 1200 sm. kala itu, bentuk toga belum berbentuk jubah, namun sebatas kain sepanjang 6 meter yg cara menggunakannya sebatas dililitkan ke tubuh. walau tak praktis, toga adalah satu-satunya pakaian yg dianggap pantas waktu seseorang berada diluar ruangan untuk menutupi tubuh mereka.

Sejarah toga sesudah itu berkembang di romawi waktu toga dijadikan busana orang-orang romawi. waktu itu toga adalah pakaian berupa sehelai mantel wol tebal yang dikenakan sesudah mengenakan cawat atau celemek. toga diyakini telah ada sejak era numapompilius, raja roma yang kedua. toga ditanggalkan bila pemakainya berada di dalam ruangan, atau bila melakukan pekerjaan berat di ladang, tetapi toga dianggap satu-satunya busana yang pantas bila berada di luar ruangan.

Perihal ini terbukti dalam sesuatu cerita cincinnatu yang adalah seorang petani, waktu ia masih membajak ladangnya, ia kedatangan para utusan senat dengan tujuan untuk mengabari dirinya telah dijadikan diktator atau penguasa. diceritakan dalam riwayat itu, begitu cincinnatu lihat mereka, dia serta merta menyuruh isterinya mengambilkan pakaian toganya dari tempat tinggal untuk dikenakannya hingga utusan-utusan itu bisa disambut dengan layak. cerita tentang cincinnatu ini sebenarnya belum dapat diuji validitasnya, namun hadirnya cerita itu justru semakin menunjukkan sentimen penghormatan bangsa romawi terhadap toga.

MENYIBAK KEGELAPAN

Bukan tanpa alasan,toga berwarna hitam.Seperti yg kita tahu,hitam sering diidentikkan dgn hal yg misterius dan gelap.Nah,misteri dan kegelapan inilah yg harus dikalahkan sarjana.Dengan memakai warna hitam,diharapkan para sarjana mampu menyibak kegelapan dgn ilmu pengetahuan yg selama ini didapat.

Warna hitam juga melambangkan keagungan-karena itu, selain sarjana,hakim dan sebagian pemuka agama juga menggunakan warna ini sebagai jubahnya.

Lalu,apa makna bentuk persegi pada topi toga? Well,sudut-sudut tersebut melambangkan bahwa seorang sarjana dituntut untuk berpikir rasional dan memandang segala sesuatu dari berbagai sudut pandang. Jangan sampai status sudah sarjana tapi pikirannya masih sempit,hehe

KUNCIR LAMBANG OTAK

Dipuncak acara wisuda,kita mungkin bertanya-tanya,kenapa ya kuncir tali di topi toga dipindah dari kiri ke kanan?

Kuncir tali toga yg semula berada dikiri ternyata bermakna lebih banyaknya otak kiri yg digunakan semasa kuliah.Nah,dgn dipindah kekanan,maksudnya agar para sarjana ga hanya menggunakan otak kiri saja setelah lulus,namun juga otak kanan yang berhubungan dgn kreativitas,imajinasi,dan inovasi.

Filosofi lainnya,kuncir tali di topi toga melambangkan tali pita pembatas buku.Dengan pindah tali,diharapkan para wisudawan terus membuka lembaran buku supaya ilmunya ga stagnan.Mentang-mentang udah sarjana,ga lantas berhenti belajar donk.

  Seiring berjalannya waktu, pemakaian toga untuk busana sehari-hari perlahan mulai ditinggalkan. namun tidak bermakna toga hilang begitu saja. sebab sesudah itu bentuknya dimodifikasi menjadi sejenis jubah. akhirnya modifikasi itu mengangkat derajat toga dari pakaian sehari-hari menjadi pakaian resmi seremonial yang mana diantaranya yakni seremonial wisuda.

Di negeri barat, kostum kelulusan hanya disebut gown. Sementara topi berbentuk bujur sangkar disebut mortarboard. Ada juga yang menyebutnya “graduate cap” dan “black cap”.
Banyak peneliti meyakini mortarboard merupakan pengembangan dari biretta, yakni topi yang dikenakan oleh pendeta Katolik Roma. Biretta sendiri terinspirasi dari bahasa Italia “berretto” (berasal dari kata latin “birrus” dan Yunani “pyrros”). Di jaman Romawi sekitar abad 12 hingga 14, berretto sebagai ciri bagi kalangan pelajar akademik, seniman, dan humanis.

Walau demikian, paten mortarboard justru menjadi milik penemu dari Amerika Serikat, Edward O` Reilly dan imam Katolik, Joseph Durham di tahun 1950. Mungkin karena dibentuk bujursangkar, serta penambahan komponen seperti besi di dalam mortarboard sehingga lebih kokoh. Nyatanya, tak semua mortarboard dewasa ini memakai besi di dalamnya.

Sejak disahkannya paten tersebut, mortarboard dengan bentuk seperti yang kita lihat dewasa ini menjadi umum di seluas dunia. Penambahan komponen tali pada mortarboard pun diduga berasal dari tradisi orang Amerika. Di negara tersebut, semua jenis kelulusan dari tingkat sekolah dasar hingga SMA serta Universitas selalu memakai “gown” dan “mortarboard”.

FILOSOFI PAKAIAN DAN TOPI TOGA SAAT WISUDA

Toga pula memempunyai arti filosofis yang kental, salah satunya yakni arti warna hitam pada toga. mengapa toga justru memakai warna hitam yang sering diidentikkan dgn perihal yg misterius serta gelap. mengapa tidak warna putih yang menggambarkan kecerahan serta keindahan yang dipakai ? Ternyata pemilihan warna hitam gelap pada toga adalah simbolisasi yaitu misteri serta kegelapan telah berhasil dikalahkan sarjana waktu mereka menempuh pendidikan di bangku kuliahan, tak hanya itu sarjana pula diharapkan mampu menyibak kegelapan dgn ilmu pengetahuan yg selama ini didapat olehnya. warna hitam pula melambangkan keagungan, sebab itu, tak hanya sarjana, ada hakim serta separuh pemuka agama pula memakai warna hitam pada jubahnya.
tak hanya warna pada jubah toga yang memuat filosofi mendalam, ternyata ada pula arti filosofis dari bentuk persegi pada topi toga. sudut-sudut persegi pada topi toga menyimbolkan yaitu seorang sarjana dituntut untuk berpikir rasional serta memandang segala sesuatu hal dari beraneka sudut pandang.


Wisuda

Berasal dari kata Jawa yang secara harfiah berarti bersih, cermat dan jernih merupakan penganugerahan gelar akademis kepada mahasiswa yang telah berhasil menyelasaikan studinya dengan baik. Pada upacara wisuda diberikan ijazah atau sertifikat tanda kelulusan. Wisuda pertama kali diselenggarakan oleh universitas-universitas di Eropa pada Abad Pertengahan. Dalam History Church Scotch karya Spottwold, disebutkan bahwa upacara wisuda (graduation) ini pertama kali diadakan pada tahun 1639.

WisudaToga atau Jubah

Di sebagian besar universitas atau perguruan tinggi para wisudawan dan wisudawati mengenakan toga atau jubah, yaitu baju panjang berwarna hitam , lengannya lebar sebagai pakaian jabatab bagi Senat, Hakim Sarjana dipakai pada acara khidmat tertentu. Selain toga, juga mengenakan peci akademik. Sesuai tradisi, toga dan peci, yang bagian atasnya berkuncir berwarna hitam. Warna kuncir menandai gelar yang mereka terima. Para wisudawan dan wisudawati juga mengenakan kerudung di punggung untuk menunjukkan gelar tertinggi yang telah mereka sandang.
Pakaian ini berbentuk jubah dan membutuhkan sebuah kain panjang yang berukuran antara 2 sampai 6 meter. Kain ini dililitkan di tubuh. Toga dipakai oleh pria, sedangkan wanita menggunakan stola. Warga lain dilarang menggunakannya.

Dewasa ini toga hanya dikenakan pada kesempatan-kesempatan resmi dan pada lembaga-lembaga tertentu. Bentuk toga juga berubah menjadi semacama jubah tertutup.
Di Indonesia sekarang ini, toga digunakan antara lain oleh para rohaniawan Kristen, hakim pada saat persidangan, dan mahasiswa-mahasiswi pada upacara wisuda


Istilah-Istilah Dalam Wisuda

Valediktoria

Yakni wisudawan atau wisudawati dengan nilai tertinggi mengucapkan pidato perpisahan sebaga
Gaudeamus igitur iuvenes dum sumus, artinya Karena itu bersenang-senanglah sewaktu kita masih muda. Kalimat ini merupakan baris pertama dari lagu Gaudeamus, yang biasanya dinyanyikan pada saat Sidang Guru Besar memasuki ruangan. Lagu ini biasa diajarkanjuga kepada mahasiswa baru karena lagu ini merupakan lagu mahasiswa sedunia.

Prosesi

Prosesi menurut kamus bahasa Indonesia adalah pawai khidmat (perarakan) dalam upacara kegerejaan, perkawinan, dan pemakaman. Sering kita salah kaprah dalam mengartikan kata prosesi ini. Kata prosesi tidak sama maknanya dengan acara atau ritus. Prosesi wisuda berarti arak-arakan ketika guru besar atau senat masuk ke ruangna. Prosese bagian dari acara wisuda. Bukan keseluruhan acara. Kata prosesi biasa digunakan seperti prosesi pemakakan, berarti arak-arakan membawa jenazah, prosesi perkawinan berarti arak-arakan pengantin menuju pelaminan.

Senat

Berasal kata latin : senatus, pada zaman Romawi senat ialat orang-orang yang dipilih dari kalangan orang yang berjasa kepada negara untuk mengawasi hal keuangan dan politik luar negeri. Kini senat dapat bermakna juga kumpulan dewan guru besar pada universitas atau sekolah tinggi. Biasanya ketika wisuda senat berada satu panggung dengan pimpinan lembaga atau universitas.

Orasi Ilmiah

Pidato ilmiah yang disampaikan seorang ahli atau buru besar tentang masalah yang aktual atau populer di masayarakat.

Profesor

'''Profesor''' (Latin ): "Seseorang yang dikenal oleh publik ber'profesi sebagai pakar atau '''prof''' secara singkat adalah sorang guru senior, dosen atau peneliti yang biasanya dipekerjakan oleh lembaga-lembaga/institusi pendidikan perguruan tinggi ataupun universitas.

"Profesor" dapat pula digunakan (utamanya oleh para pelajar di Amerika) sebagai istilah yang lebih sopan untuk seseorang yang memegang gelar kesarjanaan (PhD) atau S3 dari perguruan tinggi, tanpa memperhatikan tingkatan/rating dari perguruan tinggi tersebut.(http://www.smadwiwarna.net}

Dari berbagai sumber