Thursday, 11 August 2011

Islam di Mata Para Presiden AS

Presiden yang paling menunjukkan kesungguhannya menggapai dunia Islam adalah Obama.


VIVAnews - Islam telah menjadi bagian dari pondasi nilai-nilai kebangsaan di Amerika Serikat sejak agama ini masuk pada abad ke 18. Terbukti, beberapa kepala negara AS tidak memandang Islam sebelah mata, bahkan menjadikannya mitra.

Hal ini disampaikan oleh Utusan Khusus Menteri Luar Negeri AS untuk Masyarakat Muslim, Farah Anwar Pandith, kepada VIVAnews.com, Selasa, 9 Agustus 2011.

Dia mengatakan Islam yang datang melalui para pendatang dari Timur Tengah telah ratusan tahun menyumbang nilai-nilai di AS. "Ini yang telah menjadikan Islam bagian dari AS. Imigran memperkaya AS dengan budaya dan warisan yang mereka bawa," ujar Pandith.

Beberapa kepala negara, mulai dari George Washington hingga Barack Obama, menghormati hal ini. Berbagai dokumen dan laporan, lanjut Pandith, juga menunjukkan sejarah hubungan antara kepala negara AS dengan Islam.

"Presiden Thomas Jefferson memiliki al-Quran di perpustakaan pribadinya. John Quincy Adam, adalah presiden AS pertama pernah mengadakan buka puasa bersama di Gedung Putih, tamunya adalah Duta Besar Tunisia," kata Pandith.

Tidak sampai di situ, lanjut Pandith, 50 tahun lalu Presiden Eisenhower memberikan lahan di Washington DC bagi warga Muslim untuk mendirikan mesjid dan tempat pemakaman. Lahan ini diberikan setelah Eisenhower memahami keluh kesah Muslim di Washington yang tidak memiliki tempat ibadah. "Tempat inilah yang kemudian menjadi Islamic Center Washington," kata Pandith.

Presiden Gerald Ford dan Jimmy Carter, jelas Pandith, juga memberikan sedikit waktunya untuk turut berdoa pada waktu berbuka puasa.

Presiden George W Bush juga memiliki Al Quran di Gedung Putih. "Bush adalah Presiden AS pertama yang menunjuk seorang Muslim menjadi imam AS untuk misi kebebasan beragama di dunia," jelas Pandith.

Namun, kata Pandith, presiden yang paling menunjukkan kesungguhannya dalam usaha menggapai dunia Islam adalah Presiden Obama. Pandith mengatakan pada pidato inagurasi Obama, lelaki kulit hitam ini telah menyampaikan niatnya mendekati Muslim dunia. Setelah itu, Obama menyampaikan misinya tersebut di Turki pada pidatonya yang terkenal.

"Untuk melakukan ini, Obama melakukan riset untuk pendekatan dengan dunia Muslim," kata Pandith seraya mengatakan ucapan Obama ini diimplementasikan oleh seluruh departemen di AS. (Denny Armandhanu, Indrani Putri)

Sumber: http://dunia.vivanews.com/news/read/239425-para-presiden-as-menjadikan-islam-mitra

1 comment:

Blog Peradaban said...

Smoga pemerintah Amerika dan orang2 Islam dapat saling memahami