Saturday, 23 April 2011

Dia Belajar Qur'an Untuk Menyerang Temannya Tapi Akhirnya Masuk Islam


REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Bagi Myriam Francois Cerrah, Alquran adalah puncak perenungan filosofisnya. Alquran pula yang kemudian mengantarkannya pada Islam. Mahasiswa pascasarjana Oxford University bidang Politik Timur Tengah ini memeluk Islam pada tahun 2003 saat berusia 21.

Padahal, sarjana filsafat lulusan Universitas Cambridge ini mulai membuka Alquran dengan "marah". Ia berdiskusi soal Tuhan dengan teman kuliahnya. Sang teman, menggunakan dalil ketuhanan sesuai apa yang disebutkan dalam konsep Islam. "Saya mempelajarinya sebagai bagian dari upaya untuk membuktikan pendapat teman saya yang seorang Muslim itu salah," ujarnya.

Kemudian ia mulai membaca dengan pikiran yang lebih terbuka. Pembukaan Al Fatihah, dengan alamat untuk seluruh umat manusia, mencengangkannya. "Dalam Islam, seluruh tindakan manusia, dia sendiri yang akan menanggung konsekuensinya. Itulah pentingnya dia mengambil jalan lurus, jalan Tuhan," katanya.

Dalam dunia yang diatur oleh relativisme, katanya, maka hanya ada dua panduan: moral objektif dan landasan moralitas. "Sebagai seseorang yang selalu memiliki minat dalam filsafat, Alquran terasa seperti puncak dari semua renungan filosofis saya. Hal ini dikombinasikan Kant, Hume, Sartre dan Aristoteles. Entah bagaimana berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan filosofis mendalam yang diajukan selama berabad-abad tentang eksistensi manusia dan menjawab satu yang paling mendasar, "mengapa kita di sini?" katanya.

Tentang Nabi Muhammad, Cerrah mengenalinya sebagai seorang pria yang ditugaskan dengan misi penting, seperti para pendahulunya, Musa, Isa, dan Ibrahim.

Makin lama ia belajar Alquran, makin besar keinginannya untuk menganut agama Islam. Tujuan semula, mendebat argumentasi temannya, berubah menjadi pengakuan, "Kamu benar tentang agamamu!"

Tak mau buang waktu, ia segera bersyahadat. "Beberapa teman dekat saya melakukan yang terbaik untuk mendukung saya dan memahami keputusan saya. Saya tetap sangat dekat dengan beberapa teman masa kecil saya dan melalui mereka saya mengakui universalitas pesan Ilahi, bahwa nilai-nilai Tuhan bersinar melalui perbuatan baik manusia, Muslim maupun bukan," katanya.

Ia menyatakan, konversi keimanannya bukan sebagai 'reaksi' terhadap, atau oposisi terhadap budaya Barat. "Sebaliknya, itu merupakan validasi dari apa yang selalu saya pikirkan," ujarnya, seraya mengkritik beberapa masjid di Inggris yang menutup pintu dialog tentang ketuhanan dan terlalu dogmatis. "Catat: aturan dan protokol mereka banyak yang membingungkan dan malah bikin stres."

Aku tidak segera mengidentifikasi dengan komunitas Muslim. Saya menemukan banyak hal aneh dan banyak sikap membingungkan. Perhatian yang diberikan kepada luar atas ke dalam terus masalah saya sangat.

Menurutnya, adalah tugas Muslim untuk membuat Islam tampil tidak sebagai agama yang asing. Dan kini, ia menjadi bagian untuk tutut mengemban tugas itu. "Menjadi Muslim, tidak berarti kita kehilangan semua jejak diri kita sendiri. Islam adalah validasi yang baik dalam diri kita dan sarana untuk memperbaiki yang buruk," katanya.

Demi Waktu

Oleh Prof Dr Asep S Muhtadi


Demi waktu. Demikian Alquran menegaskan pentingnya waktu. Isyarat tertulis seperti tercantum pada surah al-Ashr (QS 103) ini mengingatkan manusia untuk selalu menghitung dan mempertimbangkan waktu. Bahkan, setelah bersumpah demi waktu, Allah kemudian menyatakan bahwa manusia akan rugi, kecuali orang yang beriman dan beramal saleh. Lebih dari itu, surah ini juga menggarisbawahi posisi orang-orang yang senantiasa saling mengingatkan dalam kebajikan dan kesabaran. Mereka adalah orang-orang yang suka memperhatikan waktu.

Tanpa membuat prioritas atas pilihan amal yang ditempuh, manusia akan merugi. Amal-amal produktif merupakan representasi kecerdasan manusia dalam memanfaatkan waktu. Setiap jengkal langkah manusia adalah wujud pemanfaatan waktu secara produktif dan bermakna. Jika tidak, kerugian yang akan melilit kehidupan manusia.

Agar tidak merugi, perlu difasilitasi. Saat ini banyak orang yang merugi karena fasilitas hidup yang serbaterbatas. Buruknya infrastruktur jalan yang menghambat proses transportasi, merupakan salah satu faktor yang dapat membuat pengguna jalan mengalami kerugian. Rendahnya mutu sarana belajar siswa, dapat membuang waktu pembelajaran. Dan, banyak lagi kerugian yang diderita masyarakat dan bangsa ini, bila tidak memperhatikan dimensi waktu.

Mari kita menghitung kerugian yang kita lalui setiap hari. Contoh sederhana, berapa ribu jam negeri ini dibuat rugi setiap hari. Misalnya, di satu permukiman terdapat 2.000 rumah dengan penghuni produktif rata-rata satu orang setiap rumah. Masing-masing setiap hari menempuh perjalanan 10 menit lebih lama karena jalan yang dilaluinya rusak berat. Kita harus menerima kerugian waktu sebesar 20 ribu menit pada saat berangkat, ditambah 20 ribu menit pada saat kembali, sehingga sekitar 40 ribu menit hilang setiap hari atau sekitar sejuta menit selama 25 hari kerja dalam sebulan.

Kita akan rugi sekitar 17 ribu jam produktif setiap bulan, atau sekitar 204 ribu jam setiap tahun. Ini baru dari satu permukiman dengan penduduk sekitar 2000 KK. Bayangkan di dua, tiga, empat, atau sepuluh permukiman di suatu kota. Kita akan mengalami kerugian yang berlipat ganda hanya karena infrastruktur jalan rusak berat. Jadi, jika jalan-jalan di kota tidak diperbaiki, kita akan terus-menerus menuai kerugian yang besar setiap hari, bulan, dan tahun. Jadi, dalam konteks seperti ini, siapa sesungguhnya yang menjadi sumber penyebab kerugian bangsa dan negara ini?

Untuk menghindari kerugian yang berlipat setiap hari, perbaikan berbagai sarana dan prasarana kerja seharusnya menjadi prioritas. Jika seorang pemimpin amanah, prioritas program untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat akan menjadi misi penting yang diembannya. Dengan demikian, kerugian akan bisa dihindari.

"Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan orang-orang yang senantiasa saling mengingatkan akan kebajikan dan kesabaran."

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Paul Martin masih mahasiswa ketika ia memutuskan untuk masuk Islam di Manchester empat tahun lalu. Bosan dari apa yang ia lihat sebagai gaya hidup hedonistik dari banyak teman-temannya di universitas, ia mulai tertarik kepada apa yang dia sebut "penekanan Islam pada mencari pengetahuan". Seperti yang dilaporkan situs The Independent, pertemuan satu kalinya dengan seorang Muslim telah mengubah hidupnya.

"Aku menyukai cara para mahasiswa Muslim mengatur diri mereka sendiri. Sangat menyenangkan untuk berpikir tentang orang memiliki satu pasangan untuk hidup dan tidak melakukan apapun yang berbahaya untuk tubuh mereka," katanya.

Suatu hari, secara ia iseng-iseng membaca terjehan Alquran. "Aku kagum melihat penekanan besar Islam pada ilmu pengetahuan," akunya.

"Lalu aku dikenalkan oleh seorang teman Muslim, seorang dokter yang beberapa tahun lebih tua dariku. Kami pergi minum kopi dan kemudian beberapa minggu kemudian berjanji bertemu di kedai es krim," ujarnya.

Dalam pertemuan itu, ia menyatakan ingin menjadi Muslim. "Aku bersyahadat saya di sana, di toko es krim itu," ujarnya. Ia mengakui beberapa orang ingin menjadi semua formal dan melakukannya di masjid, tapi baginya, agama bukanlah hal yang fisik. "Agama adalah tentang apa yang ada dalam hatimu."

Ia mengaku tidak pernah ke masjid sebelum menjadi seorang Muslim. Baginya, masjid sedikit "menakutkan". Ia pernah mendengar pendapat, ke masjid dilarang mengenakan celana jins, T-shirt, dan jaket. "Sekarang di masjid saya di Leeds, berbagai bahasa yang diucapkan dan ada banyak mualaf," katanya. Dan, dengan beragam penampilan tentu saja.

Ia mengaku tak ada kendala berarti di keluarganya. "Dengan keluarga, aku melakukannya secara bertahap. Tidak hanya pulang dan mengatakan bahwa aku adalah seorang Muslim. Ada proses yang panjang sebelum aku bersyahadat, di mana aku tidak mau makan babi dan minum," ujarnya, yang mengaku selalu menghabiskan akhir pekan dengan makan malam bersama. bahkan, ibunyalah yang berinisiatif selalu mencari daging domba halal untuk keperluan itu.

Paul kini main mantap berislam. Apalagi beberapa tahun setelah bersyahadat, ia berkesempatan menunaikan ibadah haji.

Sumber: www.republika.co.id

Sebuah Debat Terbuka, Islam Agama Kekerasan?


REPUBLIKA.CO.ID,Menurut ahli Arab dari Belanda, Hans Jansen, Islam adalah agama kekerasan yang menganjurkan perang melawan mereka yang tidak sepaham. Namun Guru Besar Emeritus Sjoerd van Koningsveld justru berpendapat bahwa Jansen tidak mengamati perkembangan terbaru dengan baik.

Akademisi Barat - tulis Hans Jansen dengan nada mengejek dalam artikel terbarunya - menyesatkan masyarakat dengan terus-menerus menggaung-gaungkan bahwa Islam adalah agama damai. Sementara rata-rata muslim menganggap Barat sebagai "rumah perang."Hans Jansen bisa dibilang "bukan teman Islam."

Dalam buku-bukunya - yang laris terjual - ia memperingatkan karakter agresif agama Islam dan ancaman Islamisasi di Eropa. Rekan-rekan seprofesinya tidak menganggap peringatannya serius, apalagi publik luas.

Dan dengar-dengar, ia adalah sumber inspirasi penting bagi politikus anti-Islam Geert Wilders. Belum lama ini ia jadi saksi ahli dalam proses pengadilan pemimpin partai kanan populis PVV tersebut.

Salah satu akademisi Barat yang dikeluhkan Jansen adalah Ruud Peters, Guru Besar Emeritus Arab dari Universiteit van Amsterdam. Selama bertahun-tahun disertasi Peters mengenai doktrin jihad dianggap sebagai "kitab suci" di dunia internasional.

Dalam disertasinya Peters menyimpulkan bahwa saat ini jihad adalah konsep kuno. Sejak serangan 9/11 di New York, Hans Jansen tak melewatkan satu kesempatan pun untuk menggarisbawahi betapa kesimpulan Ruud Peters salah.

Namun menurut Guru Besar Emeritus dari Belanda lainnya, Islamolog Sjoerd van Koningsveld, Jansen justru ketinggalan perkembangan terbaru. "Al-Qaeda cuma kelompok marginal yang tak dianggap serius kebanyakan muslim. Beberapa tahun terakhir pendapat sebagian besar muslim soal jihad berubah, persis seperti yang diperkirakan Peters."

Dalam Islam, jelas van Koningsveld, tidak ada seorang pun yang memiliki kekuasaan tunggal seperti halnya Paus di Roma. Para pemimpin agama diputuskan berdasarkan kesepakatan di antara mereka. Dan pada tahun-tahun terakhir, banyak di antara mereka menentang jihad sebagai perang agresif.

Koningsveld memberi contoh Yusuf Qaradawi yang berpengaruh dan beroperasi dari Qatar. Menurut Qaradawi, jihad adalah bentuk pertahanan. Jika muslim diserang.

Menurut Koningsveld, Sumber inspirasi pemikiran mengenai jihad baru adalah migran muslim di Eropa. Karena mereka tinggal di negara nonmuslim, dalam beberapa tahun terakhir jadi berkembang peraturan syariah baru yang disebut fikih minoritas. Aturan ini antara lain menjawab pertanyaan seperti: apakah seorang muslim dapat menjadi warga negara tempat mereka bermukim atau bolehkah mereka jadi tentara atau terjun dalam politik di negara nonmuslim.

Untuk pertanyaan itu tentu saja tidak akan ada jawabannya jika Barat dilihat sebagai rumah perang.Menurut Koningsveld, semakin banyak pemimpin Islam yang meninggalkan julukan "rumah perang." Kata yang cocok menggantikannya adalah "rumah dakwah" dan "rumah iman."

Sumber: www.republika.co.id

Tidur Tanpa Pakaian Dalam Lebih Sehat

Tidur Tanpa Pakaian Dalam Ternyata Lebih Sehat – Tidur adalah proses yang sangat penting bagi tubuh. Saat kita terlelap, semua proses perbaikan tubuh terjadi.


Peneliti menyarankan Anda menggunakan pakaian longgar atau bahkan tidak mengenakan pakaian sama sekali, sehingga dapat mempercepat kinerja tubuh dalam proses perbaikan.
Selama tidur, tubuh Anda akan bersandar otot. Tetapi ada proses-proses penting lainnya yang terjadi pada tubuh ketika kita tidur. Selama tidur tubuh diperbaiki dan detoksifikasi (mengeluarkan racun). Tidur juga memberikan kesempatan bagi sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi hormon imunitas (sistem kekebalan).

Bagi wanita, lebih baik bra Anda dilepas saat Anda tidur. Wanita yang ingin menghindari kanker payudara harus mengenakan bra dalam waktu sesingkat mungkin dan sebaiknya kurang dari 12 jam per hari. “Waktu terbaik untuk beristirahat bagi payudara adalah saat tidur tanpa bra. Jangan pernah tidur dengan bra, “kata Soma Grismaijer peneliti Australia.

Menggunakan bra terlalu lama dapat meningkatkan suhu jaringan payudara,sehingga meningkatkan hormon prolaktin (hormon yang berfungsi untuk merangsang kelenjar susu) lebih tinggi. Hal ini dapat mempengaruhi pembentukan kanker payudara. Selain itu, dengan menggunakan bra seringkali atau memakai bra yang terlalu ketat sangat berbahaya bagi kesehatan karena juga dapat membatasi aliran getah bening pada payudara. Biasanya, cairan getah bening mencuci bahan limbah dan racun lainnya, dan juga menghapusnya dari payudara.

Sementara itu, bagi Kaum Adam harus menggunakan pakaian longgar atau tidak memakainya sama sekali. Hal ini untuk memberikan kesempatan bagi testis untuk mengurangi temperatur yang akan tetap menjaga kualitas sperma. Organ reproduksi jantan di luar tubuh, sehingga sangat dipengaruhi oleh kondisi dan pakaian di sekitarnya. Jika seorang pria memakai celana ketat atau pakaian terlalu lama, dapat meningkatkan suhu di sekitar organ reproduksi dan tentunya akan mempengaruhi produksi sperma.

Testis tidak dapat berfungsi dengan baik kecuali suhu dingin dari bagian tubuh lainnya. Jika suhu testis dinaikkan sampai 98 derajat F (36,67 derajat C), itu akan berhenti memproduksi sperma. Ketika produksi terganggu, maka dampak negatif dapat berlangsung selama berbulan-bulan. Hal ini dapat menurunkan jumlah sperma, sehingga sperma mati dan mempengaruhi morfologi sperma sendiri.

Selain itu, tidur tanpa mengenakan pakaian memungkinkan udara menjadi meratasehingga panas tubuh bisa terdistribusi dengan baik.Hal ini akan melancarkan sistem peredaran darah tubuh. Tidur dengan mengenakan pakaian dapat membatasi aliran udara di kulit dan mengganggu penguapan keringat, terutama di bagian intim baik perempuan dan laki-laki.

Sumber: Vivanews.com