Kompas - Selasa,20/10/09
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Penggunaan internet yang bisa mendukung sistem-sistem dan aktivitas tersambung online 24 jam, baru dimanfaatkan sebatas permukaanya saja, belum sampai ke isinya. Sebab banyak institusi pemerintah, perguruan tinggi, hingga perkantoran yang masih menjalankan sistem maupun aktivitasnya secara manual.
Jika terus demikian, internet yang mendukung online akan malah sia-sia. Hal itu disampaikan pengamat teknologi informasi Wing Wahyu Winarno, di sela-sela acara Yogyakomtek, pameran komputer di Jogja Expo center (JEC) yang digelar 17-21 Oktober.
"Kita mesti berpikir, masa internet yang bisa online nonstop hanya digunakan untuk mengirim email, chatting , transfer data, download, dan membuka facebook. Apakah mencari informasi sebanyak-banyaknya, dan transaksi perbankan dan membayar tagihan telepon yang menjadi lebih mudah, juga sudah cukup?" paparnya.
Wing mengatakan, sistem online mestinya bisa dimanfaatkan lagi ke banyak sektor yang selama ini dianggap boros waktu, tenaga, dan biaya. Misalnya memudahkan urusan perpanjangan Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan Sur at Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sehingga seseorang yang merantau tidak perlu susah-suah pulang kampung. Selain itu, kampus-kampus juga mestinya bisa menggunakan internet online agar urusan membayar uang kuliah bisa diangsur.
"Mengapa tidak dijalankan sistem unik, misalnya kapan saja mahasiswa punya uang, bisa langsung dimasukkan sebagai cicilan uang kuliah. Jadi, membayar uang kuliah, atau uang-uang keperluan kuliah yang lain, bisa ringan karena tidak sekaligus," ujarnya.
Perguruan tinggi pun, menurut Wing, bisa saling bertukar informasi buku. Kampus-kampus kecil bisa menjalankan strategi ini. Menurutnya, tak perlu satu kampus membeli aneka buku yang komplet, karena akan memberatkan dari sisi biaya.
Timothy Siddik, Presiden Direktur Zyrex, dalam diskusi di JEC Sabtu lalu mengatakan, instansi-instansi pemerintah pun belum banyak yang mengerjakan urusan pengadaan barang dan jasa secara online. Akibatnya, banyak waktu, uang, dan tenaga yang terbuang.
Sumber:www.yahoo.co.id
Berbagi ilmu, berbagi informasi, berbagi pengalaman untuk sebuah kematangan intelektual Indonesia Raya
Tuesday, 20 October 2009
Monday, 19 October 2009
Komputer Mestinya Bisa Lebih Murah Lagi
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kenyataan bahwa 240 juta penduduk Indonesia atau 40-50 juta keluarga baru terlayani 10-an juta komputer memang mengindikasikan pasar komputer di negeri ini masih terbuka luas.
Namun hal tersebut perlu dilihat juga dari sisi lain, yakni banyak keluarga belum bisa mempunyai komputer dan itu perlu segera dicari solusinya. Indonesia perlu banyak komputer murah, adalah salah satu solusinya.
Dengan kondisi umur pakai komputer sekitar tujuh tahun, komputer lama akan diganti yang baru. "Artinya, penambahan jumlah komputer per tahun tidak bisa diakumulatifkan," ujar Timothy Siddik, Presiden Direktur Zyrex, perusahaan komputer lokal.
Hal itu disampaikannya dalam diskusi Conectivity As A Solution for Global Competition on ICT Business, di Jogja Expo Center (JEC). Diskusi ini rangkaian acara pameran komputer Yogyakomtek di JEC, yang diadakan Sabtu (17/10) hingga Rabu (21/10).
Idealnya satu keluarga punya minimal satu komputer. Jika itu terjadi, 10 tahun lagi negara ini penduduknya melek teknologi informasi (TI). Indonesia mulai kencang dalam penetrasi komputer, namun lajunya baru empat persen per tahun, masih jauh dibandingkan negara tetangga, misalnya Vietnam yang sudah delapan persen, ujar Timothy.
Menurut dia, harus mulai dilakukan cara agar komputer semakin dekat ke masyarakat. Selain menggelar pameran, harga komputer, baik komputer meja maupun laptop, mestinya bisa murah, bahkan semakin murah sehngga terjangkau . Namun ini tentu butuh dukungan pemerintah, karena perusahaan lokal, seperti Zyrex, butuh regulasi pemerintah.
Pembicara lain dalam diskusi yakni staf ahli di Kementerian Negara Riset dan Teknologi Engkos Koswara, Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Komputer Indonesia (Apkomindo) Setyo Handono , Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Diseperindagkop) DIY Astungkoro, dan Country Manager Intel Indonesia Budi Wahyu Jati.
Engkos menyebut pemerintah harus lebih banyak bergandengan tangan dengan kalangan akademisi dan pelaku bisnis komputer agar bisa menghasilkan regulasi hukum yang semakin memudahkan masyarakat membeli komputer juga mengakses internet.
Misalnya bagaimana agar impor komponen bisa lebih murah, dan komponen lokal bisa banyak dibuat. Namun kami perlu dukungan pihak lain, seperti ketersediaan dan kestabilan listrik. "Sebagai contoh, Inggris tidak pernah mengalami listrik mati, karena pembangkitnya nuklir. Nah, Indonesia kapan bisa seperti itu?" ujar Engkos.
Engkos mengatakan, jika ingin koneksi berbasis TI jalan, perlu ada semacam platform bersama. Dalam pemerintahan misalnya, hardware dan software yang dipakai antarinstansi, departemen, dan dinas, harus bisa saling menerima. Standar pemerintah dan pemerintah daerah pun berbeda. Misalnya font huruf. Yang ada di open source tidak ada di microsoft sehingga jika dibuka, hurufnya tidak terbaca. Itu salah satu contoh kecil, paparnya.
Budi mengatakan, tahun ini industri personal computer diprediksi tumbuh 19 persen. Tahun 2010, diperkirakan 36 persen. Perkembangan terpesat adalah mobile PC seperti notebook dan laptop, yang akan menggusur nyaris habis komputer meja (dekstoP). Tahun depan, untuk pasar komputer selain pameran (hanya retail), kami prediksi ada penambahan 2.500 mobile PC dan hanya 1.500 desktop, ujarnya.
Astungkoro menyatakan, pemerintah mesti banyak mengurangi impor komponen, termasuk dalam bidang ICT. Itu penting karena ICT merambah ke semua sektor dan banyak komunitas, industri, dan pemerintah juga, ujarnya.
Setyo mengutarakan, CIT akan membuat masayrakat mengejar ketertinggalan TI. Setyo juga menyebut bahwa harga komputer harus semakin murah. Sebuah komputer berharga 5-6 juta,biaya produksinya sebenarnya hanya 40 dollar AS. Artinya, banyak biaya keluar untuk bayar pengeluaran lain seperti lisensi. "Nah ini pekerjaan rumah bagi kita juga untuk mengurainya," tutur Setyo.
sumber:www.kompas.com
Namun hal tersebut perlu dilihat juga dari sisi lain, yakni banyak keluarga belum bisa mempunyai komputer dan itu perlu segera dicari solusinya. Indonesia perlu banyak komputer murah, adalah salah satu solusinya.
Dengan kondisi umur pakai komputer sekitar tujuh tahun, komputer lama akan diganti yang baru. "Artinya, penambahan jumlah komputer per tahun tidak bisa diakumulatifkan," ujar Timothy Siddik, Presiden Direktur Zyrex, perusahaan komputer lokal.
Hal itu disampaikannya dalam diskusi Conectivity As A Solution for Global Competition on ICT Business, di Jogja Expo Center (JEC). Diskusi ini rangkaian acara pameran komputer Yogyakomtek di JEC, yang diadakan Sabtu (17/10) hingga Rabu (21/10).
Idealnya satu keluarga punya minimal satu komputer. Jika itu terjadi, 10 tahun lagi negara ini penduduknya melek teknologi informasi (TI). Indonesia mulai kencang dalam penetrasi komputer, namun lajunya baru empat persen per tahun, masih jauh dibandingkan negara tetangga, misalnya Vietnam yang sudah delapan persen, ujar Timothy.
Menurut dia, harus mulai dilakukan cara agar komputer semakin dekat ke masyarakat. Selain menggelar pameran, harga komputer, baik komputer meja maupun laptop, mestinya bisa murah, bahkan semakin murah sehngga terjangkau . Namun ini tentu butuh dukungan pemerintah, karena perusahaan lokal, seperti Zyrex, butuh regulasi pemerintah.
Pembicara lain dalam diskusi yakni staf ahli di Kementerian Negara Riset dan Teknologi Engkos Koswara, Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Komputer Indonesia (Apkomindo) Setyo Handono , Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Diseperindagkop) DIY Astungkoro, dan Country Manager Intel Indonesia Budi Wahyu Jati.
Engkos menyebut pemerintah harus lebih banyak bergandengan tangan dengan kalangan akademisi dan pelaku bisnis komputer agar bisa menghasilkan regulasi hukum yang semakin memudahkan masyarakat membeli komputer juga mengakses internet.
Misalnya bagaimana agar impor komponen bisa lebih murah, dan komponen lokal bisa banyak dibuat. Namun kami perlu dukungan pihak lain, seperti ketersediaan dan kestabilan listrik. "Sebagai contoh, Inggris tidak pernah mengalami listrik mati, karena pembangkitnya nuklir. Nah, Indonesia kapan bisa seperti itu?" ujar Engkos.
Engkos mengatakan, jika ingin koneksi berbasis TI jalan, perlu ada semacam platform bersama. Dalam pemerintahan misalnya, hardware dan software yang dipakai antarinstansi, departemen, dan dinas, harus bisa saling menerima. Standar pemerintah dan pemerintah daerah pun berbeda. Misalnya font huruf. Yang ada di open source tidak ada di microsoft sehingga jika dibuka, hurufnya tidak terbaca. Itu salah satu contoh kecil, paparnya.
Budi mengatakan, tahun ini industri personal computer diprediksi tumbuh 19 persen. Tahun 2010, diperkirakan 36 persen. Perkembangan terpesat adalah mobile PC seperti notebook dan laptop, yang akan menggusur nyaris habis komputer meja (dekstoP). Tahun depan, untuk pasar komputer selain pameran (hanya retail), kami prediksi ada penambahan 2.500 mobile PC dan hanya 1.500 desktop, ujarnya.
Astungkoro menyatakan, pemerintah mesti banyak mengurangi impor komponen, termasuk dalam bidang ICT. Itu penting karena ICT merambah ke semua sektor dan banyak komunitas, industri, dan pemerintah juga, ujarnya.
Setyo mengutarakan, CIT akan membuat masayrakat mengejar ketertinggalan TI. Setyo juga menyebut bahwa harga komputer harus semakin murah. Sebuah komputer berharga 5-6 juta,biaya produksinya sebenarnya hanya 40 dollar AS. Artinya, banyak biaya keluar untuk bayar pengeluaran lain seperti lisensi. "Nah ini pekerjaan rumah bagi kita juga untuk mengurainya," tutur Setyo.
sumber:www.kompas.com
Monday, 5 October 2009
Awas, Serangan Matahari Terhadap Bumi Komunikasi Bisa Mati
SINGAPURA, KOMPAS.com (20/09/2009) - Matahari bisa menyerang Bumi dengan angin kuat, yang dapat mengganggu komunikasi, penerbangan dan saluran listrik bahkan ketika Matahari berada dalam tahap tenang di lingkaran 11-tahunnya.
Beberapa pengamat sejak lama telah menggunakan jumlah titik surya di permukaan Matahari untuk mengukur kegiatannya. Jumlah titik Matahari mencapai puncak pada apa yang disebut maksimum surya, kemudian turun untuk mencapai minimum selama satu lingkaran.
Pada puncaknya, lidah api surya yang sangat kuat dan badai geomagnetik menyemburkan sangat banyak energi ke antariksa, menggilas ladang magnetik yang melindungi Bumi, merontokkan satelit, mengganggu komunikasi dan mengakibatkan pancaran cahaya warna-warni.
Namun para ilmuwan di National Center for Atmospheric Research di Amerika Serikat dan University of Michigan mendapati bahwa Bumi dibombardir dengan angin surya secara gencar tahun lalu kendati Matahari berada pada tahap yang sangat tenang.
"Matahari terus mengejutkan kita. Angin surya dapat menghantam Bumi seperti selang pemadam, bahkan ketika jelas-jelas tak ada bintik surya," kata Sarah Gibson dari High Altitute Observatory di pusat itu dan pemimpin penulis studi tersebut.
Para ilmuwan sebelumnya mengira sebagian besar arus energi tersebut hilang saat lingkaran surya mendekati minimum.
Gibson dan timnya, yang juga meliputi para ilmuwan dari NOAA dan NASA, membandingkan pengukuran dari jeda minimum surya saat ini, yang diambil pada 2008, dengan pengukuran minimum terakhir surya pada 1996.
Penelitian itu, yang disiarkan di dalam Journal of Geophysical Research, terbitan paling akhir, mendapati kelaziman arus berkecepatan tinggi selama minimum surya pada 2008 tampaknya berkaitan dengan tatanan Matahari saat ini.
Saat jumlah bintik surya berkurang selama beberapa tahun belakangan ini, banyak lubang besar terbentuk di permukaan Matahari di dekat garis tengahnya.
Arus berkecepatan tinggi yang berhembus dari lubang itu menelan Bumi selama 55 persen masa studi pada 2008, dibandingkan dengan 31 persen pada masa studi 1996. Satu arus partikel yang terpancar dapat berlangsung selama 7 sampai 10 hari.
"Pengamatan baru dari tahun lalu mengubah pemahaman kami mengenai betapa jeda tenang surya mempengaruhi Bumi dan bagaimana serta mengapa ini mungkin mengubah dari satu lingkaran ke lingkaran lain," kata penulis bersama studi itu Janet Kozyra dari University of Michigan.
SUmber: http://sains.kompas.com
Sunday, 4 October 2009
Ini Dia Nama-nama CalonMenteri
JAKARTA,5/09/2009, KOMPAS.com — Kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyusun kabinet pemerintahan yang baru untuk periode 2009-2014 sudah mendekati final, setelah SBY melakukan pembicaraan dengan sejumlah partai politik.
"Kabinet mendekati final. Pembicaraan dengan partai sudah selesai, tetapi penilaian terhadap menteri berprestasi pada kabinet kali ini juga menjadi pertimbangan SBY untuk menyusun kabinetnya," kata seorang yang dekat dengan SBY di Jakarta, Sabtu (5/9).
Menurut sumber itu, SBY telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah partai politik termasuk dengan Partai Golkar, PDI-P, dan Gerindra untuk membentuk kabinet yang kuat secara kerja dan politik.
Menurut sumber itu, masuknya nama calon menteri dari Partai Golkar, PDI-P, dan Gerindra merupakan upaya SBY untuk menciptakan stabilitas politik di dalam dan di luar parlemen sehingga bisa menjadi sumber percepatan kebangkitan Indonesia.
"Partai yang memenuhi electoral threshold diberi kesempatan proporsional untuk bersama bekerja keras menuju Indonesia yang dicita-citakan. Selain itu juga untuk menciptakan persaingan yang normal antarpartai ke arah persaingan yang sehat untuk 2014," katanya.
Berikut ini nama-nama penggawa kabinet yang baru (isu):
Partai Golkar:
1. Agung Laksono
2. Muladi
3. Andi Mattalata
4. Erlangga Hartarto
PDI-P:
5. Pramono Anung
6. Puan Maharani
Partai Gerindra:
7. Prabowo Subianto
Wajah lama:
8. Purnomo Yusgiantoro
9. Bachtiar Chamsyah
10. Taufik Effendi
11. Hatta Rajasa
12. Mardiyanto
13. Hasan Wirajuda
14. Sri Mulyani Indrawati
15. Mari Elka Pangestu
16. Anton Apriyantono
17. MS Kaban
18. Jusman Syafei Djamal
19. Adhyaksa Dault
20. Fredy Numbery
21. Siti Fadillah Supari
22. Joko Kirmanto
23. Bambang Sudibyo
24. Jero Wacik
25. Meutia Hatta
26. Lukman Edy
27. Mohammad Nuh
28. Sofyan Jalil
Wajah baru:
29. Djoko Suyanto (mantan Panglima TNI)
30. Joyo Winoto (Kepala Badan Pertanahan Nasional)
31. MS Hidayat (Ketua Umum DPP Kadin)
32. Darwin Z Saleh (Ketua Bidang Ekonomi Partai Demokrat)
33. Soetanto (mantan Kapolri)
34. Hermanto Dardak (Dirjen Departemen PU)
35. Hidayat Nurwahid (PKS)
36. Muhaimin Iskandar (PKB)
37. Kurdi Mustofa (Staf Khusus Presiden)
38. Tifatul Sembiring (Presiden PKS)
39. Andi Arif (Sekjen Jaringan Nusantara)
40. Siti Nurbaya (Sekjen DPD)
41. Arif Afandi (Wakil Wali Kota Surabaya)
42. Velix Wanggai (tokoh Papua)
43. Andi Mallarangeng (Juru Bicara Presiden)
44. Roestanto Wahidi Dirdjojuwono (Partai Demokrat)
Sumber: www.kompas.com
45. Cahyana Ahmad Djayadi (Dirjen Kominfo)
"Kabinet mendekati final. Pembicaraan dengan partai sudah selesai, tetapi penilaian terhadap menteri berprestasi pada kabinet kali ini juga menjadi pertimbangan SBY untuk menyusun kabinetnya," kata seorang yang dekat dengan SBY di Jakarta, Sabtu (5/9).
Menurut sumber itu, SBY telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah partai politik termasuk dengan Partai Golkar, PDI-P, dan Gerindra untuk membentuk kabinet yang kuat secara kerja dan politik.
Menurut sumber itu, masuknya nama calon menteri dari Partai Golkar, PDI-P, dan Gerindra merupakan upaya SBY untuk menciptakan stabilitas politik di dalam dan di luar parlemen sehingga bisa menjadi sumber percepatan kebangkitan Indonesia.
"Partai yang memenuhi electoral threshold diberi kesempatan proporsional untuk bersama bekerja keras menuju Indonesia yang dicita-citakan. Selain itu juga untuk menciptakan persaingan yang normal antarpartai ke arah persaingan yang sehat untuk 2014," katanya.
Berikut ini nama-nama penggawa kabinet yang baru (isu):
Partai Golkar:
1. Agung Laksono
2. Muladi
3. Andi Mattalata
4. Erlangga Hartarto
PDI-P:
5. Pramono Anung
6. Puan Maharani
Partai Gerindra:
7. Prabowo Subianto
Wajah lama:
8. Purnomo Yusgiantoro
9. Bachtiar Chamsyah
10. Taufik Effendi
11. Hatta Rajasa
12. Mardiyanto
13. Hasan Wirajuda
14. Sri Mulyani Indrawati
15. Mari Elka Pangestu
16. Anton Apriyantono
17. MS Kaban
18. Jusman Syafei Djamal
19. Adhyaksa Dault
20. Fredy Numbery
21. Siti Fadillah Supari
22. Joko Kirmanto
23. Bambang Sudibyo
24. Jero Wacik
25. Meutia Hatta
26. Lukman Edy
27. Mohammad Nuh
28. Sofyan Jalil
Wajah baru:
29. Djoko Suyanto (mantan Panglima TNI)
30. Joyo Winoto (Kepala Badan Pertanahan Nasional)
31. MS Hidayat (Ketua Umum DPP Kadin)
32. Darwin Z Saleh (Ketua Bidang Ekonomi Partai Demokrat)
33. Soetanto (mantan Kapolri)
34. Hermanto Dardak (Dirjen Departemen PU)
35. Hidayat Nurwahid (PKS)
36. Muhaimin Iskandar (PKB)
37. Kurdi Mustofa (Staf Khusus Presiden)
38. Tifatul Sembiring (Presiden PKS)
39. Andi Arif (Sekjen Jaringan Nusantara)
40. Siti Nurbaya (Sekjen DPD)
41. Arif Afandi (Wakil Wali Kota Surabaya)
42. Velix Wanggai (tokoh Papua)
43. Andi Mallarangeng (Juru Bicara Presiden)
44. Roestanto Wahidi Dirdjojuwono (Partai Demokrat)
Sumber: www.kompas.com
45. Cahyana Ahmad Djayadi (Dirjen Kominfo)
Fraksi Partai Golkar Paling Korup, F-KB Paling Banyak Konflik

detikcom (Minggu, 04/10/2009), JIKA kita ingin memberi penghargaan kepada fraksi di DPR yang paling korup, siapakah yang berhak mendapatkannya? Jawabannya adalah Golkar! Sementara FKB berhak menyandang predikat paling banyak berkonflik.
Hal itu disimpulkan dari tren pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR periode 2004-2009. Anggota DPR yang diganti karena kasus korupsi paling banyak berasal dari Golkar, sedangkan yang diganti karena konflik partai paling banyak dari PKB.
Dari 8 anggota DPR yang diganti karena tersandung kasus korupsi, 5 di antaranya berasal dari Golkar. Di partai beringin ini secara keseluruhan ada 20 anggota yang diganti karena berbagai alasan.
"Persentase terbesar PAW karena korupsi dari Partai Golkar sebanyak 5 kasus. Menariknya lagi, ada anggota DPR yang berhasil mendapatkan suara terbanyak pada pemilu lalu yang tersangkut kasus korupsi saat menjadi Gubernur Riau, yakni Saleh Djasit," kata peneliti parlemen, Efriza, saat menyampaikan hasil penelitiannya kepada detikcom, Minggu (4/10/2009).
Lima anggota F-PG yang terganjal kasus korupsi itu adalah Anthony Zeidra Abidin, Adiwarsita Adinegoro, Nurdin Halid, Saleh Djasit, dan Hamka Yandhu YR. Sedangkan 3 orang lagi yang juga di-PAW karena kesandung kasus korupsi adalah anggota F-PPP M Al Amin Nur Nasution, anggota F-PD Sarjan Taher, dan anggota F-PDIP Dharmono K Lawi.
Sebenarnya secara total jumlah anggota dewan yang tersandung kasus korupsi bukan 8, melainkan 11. Tiga orang lagi dipecat dari keanggotaan tapi tidak diganti dengan anggota lain atau tidak di-PAW. Mereka adalah anggota F-PAN Abdul Hadi Jamal yang tersangkut kasus korupsi terkait proyek dermaga dan pelabuhan di kawasan Indonesia Timur, politisi PBR Bulyan Royan yang tersangkut kasus korupsi pengadaan kapal patroli Dephub, dan anggota F-KB Yusuf Amir Faisal yang tersandung kasus korupsi Tanjung Api-api.
Selain korupsi, kasus yang lain yang membuat anggota FPG di-PAW adalah karena rangkap jabatan (9 orang), konflik partai (4 orang), dan skandal seks (1 orang, yakni Yahya Zaini). Yang menarik, ada 1 lagi anggota FPG yang mengundurkan diri karena trauma akibat adanya peluru nyasar ke ruangan kerjanya. Dia adalah Marliah Amin, anggota Komisi VIII dari Dapil NAD I.
Dari F-KB, sebanyak 15 anggota mengalami PAW, dan 8 di antaranya di-PAW sebagai imbas dari konflik partai. Ada 2 konflik besar yang menerpa PKB, yakni konflik yang berujung pada pembentukan PKNU dan konflik yang berujung pada munculnya PKB Pro-Gus Dur dan PKB Pro-Cak Imin. Selain itu ada pula konflik kecil lainnya misal, akibat dari pemberian nomor urut sepatu di Pileg 2009.
Delapan anggota menjadi 'tumbal' akibat konflik ini. Mereka adalah Zunatul Mafruchah, Ahmad Anas Yahya, R. Saleh Abdul Malik, Idham Cholied, dan M AS Hikam yang 'terpental' karena tidak mengakui kepemimpinan PKB Cak Imin hasil Muktamar Semarang. Dua orang lagi diganti karena konflik terkait nomor urut, yakni Tony Wardoyo dan Arsa Suthisna, dan 1 lagi adalah Imam Buchori Cholil yang diganti karena pindah ke PKNU menjelang pemilu.
Dari PAN, 9 orang mengalami PAW dengan berbagai macam sebab. Ada yang karena menjadi menteri (1 orang, yakni Hatta Rajasa), meninggal dunia (1 orang, yakni Tubagus Rizon Sofhani), imbas kekalahan di Kongres (1 orang, yakni Fuad Bawazier), mengundurkan diri untuk ganti jabatan (2 orang).
Selain itu juga 2 anggota F-PAN di-PAW karena perjanjian paruh waktu. Mengingat pada periode lalu sistemnya masih nomor urut, PAN menggunakan perjanjian paruh waktu untuk mengakomodir kepentingan caleg-calegnya. Dua orang yang diganti karena perjanjian ini adalah Jumanhuri dan Tristanti Mitayani.
Sisanya 2 kasus lagi cukup unik karena berkaitan dengan 'hobi' anggota dewan bepergian ke luar negeri. Pertama adalah Djoko Edhi Soetjipto Abdurrahman yang dianggap melanggar etika dan AD/ART partai karena kunjungannya ke Mesir bersama 24 anggota DPR pada 16-23 Desember 2005 lalu dalam rangka penyusunan naskah akademis RUU Al-Meisyer (perjudian). Obyek studinya menekankan pada proses pembuatan, pelaksanaan, dan pengawasan RUU perjudian di Indonesia, sementara PAN melarang keras perjudian.
Kedua adalah Ishaq Shaleh yang di-PAW lantaran melakukan shopping di Belanda usai kunjungan kerja ke Prancis untuk penyusunan RUU Penghapusan Diskriminasi Etnis dan Ras serta RUU Keuangan Negara. Ishaq berbelanja ke Belanda karena pesawatnya mengalami delay.
Dari Partai Demokrat, sebanyak 14 anggota mengalami PAW. Mayoritas alasannya adalah karena pindah partai (6 orang). Alasan lain adalah meninggal dunia (3 orang), rangkap jabatan (3 orang), dan korupsi (1 orang, yakni Sarjan Tahir).
Satu orang lagi di-PAW karena direkomendasikan oleh Badan Kehormatan (BK) DPR akibat tersangkut dugaan kasus percaloan pemondokan dan katering haji, yakni Aziddin. Namun karena hingga saat ini tidak ada proses pengadilan yang menghakimi dirinya, di sini kasus Aziddin sengaja tidak dimasukkan ke dalam kategori korupsi.
Dari PKS, 3 orang di-PAW karena alasan meninggal dunia (1 orang) dan rangkap jabatan (2 orang). Sedangkan dari PPDK, 1 orang di-PAW karena pindah ke PAN. Kasus yang agak unik menimpa PKPI yang hanya memiliki 1 anggota DPR. Satu-satunya perwakilan PKPI di DPR yang bernama Harman Benediktus Kabur itu rupanya lebih memilih kabur ke Partai Demokrat sehingga di-PAW.
PDIP melakukan PAW terhadap 15 anggota DPR-nya. Dua di antaranya karena meninggal dunia, 3 karena rangkap jabatan, 1 karena korupsi yang dilakukannya sebelum menjabat menjadi anggota DPR, dan 1 lagi karena skandal seks (Max Moein).
Alasan PAW paling sering di PDIP adalah konflik partai yang mencapai 8 kasus. Meski jumlahnya sama dengan PKB, namun PDIP lebih mendingan karena konfliknya tidak sebesar PKB. Konflik itu antara lain terkait nomor urut, keikutsertaan di Pilkada tanpa restu partai (Marissa Haque), upaya pengungkapan kasus aliran dana BI (Agus Condro), dan sikap sentralistis partai dalam pemilihan Ketua Umum di Kongres sehingga menyebabkan lahirnya PDP.
Dari FPPP, 7 orang anggotanya mengalami PAW. Satu kasus karena mengundurkan diri dan menjabat sebagai menteri, 1 kasus mengundurkan diri dan menjabat sebagai Dubes RI untuk India, 2 kasus karena meninggal dunia, 1 kasus karena mencalonkan diri sebagai Bupati Bogor tanpa restu partai.
Dua kasus yang lain cukup menghebohkan. Pertama adalah kasus korupsi Tanjung Api-api yang melibatkan Al Amin Nur Nasution. Kedua adalah kasus ijazah palsu yang melibatkan Muhammad Anwar bin Marzuki yang berujung pada diskualifikasi oleh KPU.
Dari PBR, ada 8 anggota dewan yang mengalami PAW. Dua orang di antaranya karena meninggal dunia, 2 orang akibat konflik partai, yakni di Pilkada maupun karena kekalahan di pemilihan ketua umum partai, dan 4 orang karena pindah partai. Jumlah yang sama dialami oleh PDS. Dari 8 kasus PAW di PDS, 5 di antaranya dilakukan karena pindah partai. Sedangkan 3 yang lain adalah karena sakit (1 orang), perjanjian paruh waktu (1 orang), dan mengundurkan diri karena berbeda pendapat dengan partai soal ideologi partai. Sedangkan PPDI yang hanya memiliki 1 perwakilan di DPR melakukan PAW sebagai imbas dari konflik perebutan posisi Ketua Umum, hingga sebanyak 2 kali.
Dari 16 partai yang memiliki kursi di parlemen, hanya 3 yang tidak melakukan PAW. Mereka adalah Partai Pelopor yang memiliki 3 anggota dan tergabung dengan Fraksi Partai Demokrat, PKPB yang memiliki 2 anggota dan bergabung dengan F-PG, dan PNI Marhaenisme yang memiliki 1 anggota dan bergabung dengan F-BPD.
Dalam proses PAW ini, alasan bersifat negatif lebih banyak dibanding alasan
positif. Misalnya tersandung kasus korupsi, konflik partai, pindah partai,
skandal seks, buntut studi banding, dan lain-laian. "Kalau dipersentasekan
mencapai 55,66 persen," kata Efriza.
Sumber: http://id.news.yahoo.com
Subscribe to:
Posts (Atom)