Monday, 30 May 2016

Kebanyakan Tertawa 5 Orang Ini Sampai Akhirnya Tewas


Tertawa itu tanda bahagia dan senang, bahkan juga bisa menyehatkan. Tapi jangan sampai terlalu banyak ketawa atau kamu malah mati dibuatnya. Gara-garanya, ketawa terlalu keras malah bisa membuat pembuluh darah di otak pecah, gagal jantung, paru-paru berhenti, kejang, stroke, juga sesak napas. Kalau sudah seperti itu, ketawa bukan lagi hal yang menyenangkan jika seseorang sampai tewas karenanya. Sudah ada beberapa orang yang tercatat meninggal seketika gara-gara ketawa berlebihan. Berikut ini beberapa diantaranya.


1. Pria yang tertawa dalam tidur sampai tewas 

Pada tahun 2003, seorang pengemudi es krim di Thailand tiba-tiba tertawa saat tidur. Celakanya, pria berusia 52 tahun tersebut nggak bisa menghentikan tawanya selama 2 menit. Istrinya terus berusaha membangunkannya, tapi ia nggak bisa bangun dan terus saja tertawa. Akhirnya, pria tersebut langsung meninggal seketika dalam tidurnya. Hasil otopsi menunjukkan bahwa ia terkena serangan jantung. gara-garanya ya ia tertawa terlalu lama dan tak bisa mengontrolnya dan berakhir pada kematian.


2. Tertawa sampai tewas gara-gara nonton film komedi

Alex Mitchell adalah seorang tukang bangunan asal Inggris yang suka nonton acara humor. Pada tahun 1975, ia nonton Kung Fu Kapers episode The Goodies. Melihat kelucuan film tersebut, ia tertawa terbahak-bahak sampai setengah jam lamanya. Pada akhirnya, pria tersebut juga tewas karena tawanya yang nggak bisa berhenti. Istrinya, Nessie, kemudian menulis surat kepada stasiun televisi tersebut terutama untuk acara The Goodies. Inti suratnya adalah bahwa ia berterimakasih karena sudah membuat momen terakhir hidup suaminya begitu menyenangkan.

3. Pria yang tertawa keras gara-gara adegan film

Pada tahun 1988, ada sebuah film komedi berjudul A Fish Called Wanda. Dalam sebuah adegan, aktor Michael Palin tidak sengaja memasukkan kentang goreng ke dalam hidungnya. Pada tahun 1989, seorang pria Belanda bernama Ole Bentzen menonton film tersebut. Menurutnya adegan kentang masuk hidung itu benar-benar lucu hingga ia ketawa tanpa henti. Celakanya, ia ketawa sampai detak jantungnya meninggkat hingga 250-500 detakan per menit. Akibatnya ia langsung terkena serangan jantung dan langsung tewas

4. Tertawa gara-gara lihat pemain opera waria

Foto wanita era Victoria tertawa keras
Pada tahun 1782, seorang janda bernama nyonya Fitzherbert menonton opera berjudul The Beggar’s Opera bersama teman-temannya. Salah seorang aktor bernama Bannister kemudian masuk berdandan sebagai wanita dengan naman Polly sehingga para penonton kemudian tertawa terbahak-bahak.
Ketika penonton lain sudah berhenti tertawa, ternyata nyonya Fitzherbert nggak bisa menghentikan tawanya. Ia bahkan terpaksa keluar dari gedung opera sebelum drama berakhir. Karena tetap tak bisa menghentikan tawanya, kabarnya ia mengalami histeria hingga akhirnya tewas beberapa hari kemudian.

5. Raja yang kebanyakan makan dan ketawa

Suatu ketika pada tahun 1410, raja Martin sedang menikmati makan malam yang sangat besar di ruangannya. Ia bahkan menghabiskan satu ekor angsa sendirian dengan ditemani badut istana favoritnya, Borra. Raja bertanya kepada Borra, ia ke mana saja. Ternyata, jawaban Borra baginya begitu lucu sampai ia tertawa terbahak bahak. Karena tawanya yang tak bisa berhenti bersama dengan kebanyakan makan, pria tersebut akhirnya meninggal dunia.






Saturday, 14 May 2016

Amerika Mengembangkan Baju BajaTentara Super

Baju Perang Talos


Angkatan bersenjata Amerika Serikat dikabarkan sedang mengembangkan baju baja revolusioner untuk tentaranya agar memiliki ketahanan super. Proyek ini bernama Tactical Assault Light Operator Suit (TALOS), yang akan menjadi baju perang tentara AS. Dengan TALOS ini memungkinkan para tentara AS mampu membawa beban yang jauh lebih berat dan tentu saja kebal terhadap peluru. Sahabat anehdidunia.com bagi US Army, pembuatan TALOS ini sebagai upaya untuk menciptakan pasukan dengan perlengkapan seperti Iron Man. Tujuannya tidak lain adalah untuk meningkatkan kemampuan dengan mobilitas tinggi serta perlindungan terhadap personal masing-masing tentara.

TALOS ini juga dilengkapi dengan sistem komputerisasi seperti yang ada di film Iron Man yang berguna untuk pengawasan dan pendeteksian kondisi tubuh para tentara maupun kondisi lingkungan dimana tentara berada. BBC melansir, baju perang baja ini adalah kolaborasi antara industri teknologi, pusat penelitian pemerintah, dan para akademisi. Kepala Komando Operasi Khusus AS (USSOCOM), William McRaven, telah meminta kepada perusahaan senjata, akademisi dan para pengusaha untuk bekerjasama membuat baju perang TALOS ini.

Thursday, 12 May 2016

Kapan Umat Islam Muak Berperang?

(Berkaca pada Perang Unta dan Perang Siffin)
Oleh: Ahmad Syafii Maarif

REPUBLIKA.CO.ID, Red: Maman Sudiaman
Jika kita mau bersikap jujur terhadap Islam sebagai agama langit yang terakhir yang ingin menebarkan salam (kesegaran, perdamaian, keamanan, kesehatan) dan rahma (rahmat, belas asih, keharuan, simpati, kebaikan), maka apa yang berlaku di bagian-bagian bumi Muslim dari dulu sampai sekarang adalah pengkhianatan terhadap nilai-nilai luhur itu semua. Pertumpahan darah antara sesama Muslim justru terjadi di era awal, saat tanah makam nabi mungkin belum berubah warna. Khalifah Utsman bin Affan dibunuh pada 17 Juni 656 M setelah komplotan Muslim dari Kufah dan Mesir memulai perlawanan.

Tragedi ini seluruhnya bertalian dengan masalah kekuasaan dan harta rampasan perang, sedangkan khalifah sendiri tidak suka pertumpahan darah itu tetapi tidak berdaya. Utsman yang dituduh nepotis terbunuh tanpa pertahanan, setelah rumahnya dikepung selama 40 hari, kata satu sumber. Bukan karena tidak ada pihak yang siap membela, tetapi karena khalifah pribadi yang tidak mau dibantu demi menghindari pertumpahan darah sesama Muslim.

Pembunuhan Utsman kemudian telah memicu eskalasi politik yang tak terkendali. Berbagai pihak terlibat di dalamnya dengan motif yang beragam, tetapi tidak dapat dipisahkan dari masalah kepentingan kekuasaan. “Utsman digantikan oleh Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah keempat dalam urutan al-Khulafa al-Rasyidun: Abu Bakr (632-634), Umar bin al-Khaththab (634-644), Utsman bin Affan (644-656), Ali bin Abi Thalib (656-661). Tahun-tahun pascakenabian, wilayah kekuasaan Muslim Arab memang menjadi semakin luas melalui ekspansi politik dan militer, tetapi konflik internal sesama Muslim tidak lagi bisa dibendung, khususnya di akhir masa Utsman dan di awal pemerintahan Ali. Seluruh perbelahan ini sebenarnya bersifat Muslim Arab, tetapi mengapa harus meluas ke seluruh dunia Muslim pada abad-abad yang panjang berikutnya? Apakah seluruh perilaku elite Muslim Arab itu patut dan baik ditiru? Pada Sabtu, 18 Juni 656, Ali dibai'at di Masjid Kufah (Irak) menjadi khalifah, sehari setelah kematian Utsman. Di awal pemerintahan Ali ini berkecamuk dua perang saudara yang sangat buruk dan mengguncangkan. Pertama, Perang Unta (8 Desember 656) dekat Kota Basrah, selatan Irak, di sekitar unta Aisyah.

 Hanya berjarak tujuh bulan, meledak pula Perang Siffin (26-29 Juli 657) yang lebih dahsyat di selatan Sungai Furat (Irak). Dua pertempuran sesama Muslim nyaris melumatkan fabrik sosial umat Islam yang masih sangat muda saat itu. Perang unta melibatkan janda Nabi dan para sahabatnya yang terdekat: Aisyah dan pendukungnya dan Ali bersama pendukungnya. Ini adalah sebuah perang saudara pertama sepeninggal Nabi di kalangan komunitas Muslim Arab. Sulit kita bayangkan mengapa drama semacam ini harus berlaku yang melibatkan para elite Quraisy Muslim yang tentunya paham Alquran karena langsung diajar Nabi. Tetapi, ternyata semuanya tidak cukup untuk mengekang ambisi mereka dan absennya kesediaan berdamai antara pihak-pihak yang berseteru.

Alangkah sukarnya umat Islam mengalahkan ego dan nafsunya yang tidak jarang dibungkus dengan teks-teks suci dan dalil-dalil agama. Tentu kita, khususnya saya, tidak bisa menilai siapa dari mereka yang terlibat sengketa itu yang berada di pihak yang benar atau di pihak salah. Kelompok Syiah tentu menilai Aisyah dan pendukungnya sebagai pihak yang salah dan 'Ali sebagai pihak yang benar. Apalagi, janda Nabi ini kalah dalam pertempuran unta itu. Dalam Perang Unta yang hanya berlangsung selama empat jam itu, sekitar 6.000 Muslim telah terbunuh, termasuk di dalamnya Ṭalḥah bin ‘Abdullâh dan al-Zubayr bin al-‘Awwâm (keduanya pendukung ‘Âisyah), dua kandidat potensial sebagai pengganti ‘Ustmân, selain ‘Alî. Tuan dan puan dapat membayangkan betapa sengit dan brutalnya perang singkat itu dan betapa kacaunya Kota Makkah dan Madinah saat mendengar tragedi itu. Perang ini sepenuhnya dimenangkan pihak ‘Alî. ‘Âisyah sendiri selamat, kemudian diantarkan kembali ke Madinah. Sekiranya ‘Âisyah terbunuh pula dalam perang saudara ini, tentu akibat eskalatifnya akan lebih buruk dan runyam.

Memang dari sumber-sumber sejarah Arab, hubungan ‘Âisyah dengan ‘Alî tidak pernah mulus, bahkan di saat nabi masih hidup. Sekalipun keduanya dicintai dan disayangi nabi, mereka adalah manusia biasa yang prilakunya tidak langsung dibimbing wahyu. Profesor Mahmoud M Ayoub memberikan komentar penting tentang Perang Unta ini: “Pertempuran ini meragakan kemerosotan yang tajam dalam konsepsi moral dan agama kekhilafahan, dan menandai berawalnya kemenangan real politik atas nilai-nilai yang di atasnya Nabi Muḥammad telah membangun Persemakmuran Islam di Madinah.” (Lih. Mahmoud M. Ayoub, The Crisis of Muslim History (Religion and Politics in Early Islam. Oxford, England: Oneword Publications, 2009, hlm. 48). Artinya, dengan meledaknya pertempuran ini, nilai-nilai kesucian agama telah diterjang dan diketepikan sampai batas-batas yang jauh, demi real politik. Jika semuanya harus menyerah kepada real politik, lalu wahyu dibuang ke mana? Saya semakin tidak faham mengapa komunitas Muslim ini dari dulu sampai hari ini tidak mau menjadikan Alquran sebagai hakim tertinggi bilamana berlaku perselisihan antara mereka.

Mengapa egoisme dan kepentingan golongan mengalahkan Kitab Suci ini? Tujuh bulan pascaperang Unta pecah pula perang yang lebih dahsyat, Perang Ṣiffîn: Khalifah ‘Alî dari Bani Hasyim berhadapan dengan gubernur Suria, Mu’âwiyah bin Abî Sufyân dari Bani Umayyah, dua bani seketrunan yang berebut kuasa. Ironisnya, dampak sengketa antar sesama elite Arab masa silam itu dirasakan sampai hari ini di seluruh dunia Islam. Seolah-olah orang Arab lebih faham Alquran dibandingkan umat Islam lain yang non-Arab. Perebutan hegemoni antara Saudi Arabia dan Iran sekarang ini, akarnya bisa dicari akibat Perang Ṣiffîn yang membuahkan munculnya: golongan sunni, syi’ah, dan khawarij. Begitu juga perang berdarah di Yaman sekarang, akar penyebabnya tidak berbeda. Sudah ratusan yang tewas, demi real politik. Tentara Saudi Arabia bersama beberapa pasukan negara-negara Arab lain tega hati membunuh saudara-saudaranya di Yaman, sebuah negara miskin.

Mengapa selama berabad-abad umat Islam tetap saja berbangga dengan memasukkan dirinya ke dalam sekte-sekte yang muncul pasca kenabian itu? Belumkah datang masanya agar kita bersedia keluar dari kotak-kotak sejarah yang mengkhianati ajaran al-Qur’an tentang persaudaraan umat yang wajib dikuatkan dan larangan keras untuk berpecah? Dunia Arab modern semakin tidak dapat diteladani. Iran pun selama masih bersikukuh dengan syi’ahnya mustahil akan dipercaya memimpin dunia Islam. Nasionalisme Iran lebih menonjol dibandingkan keislamannya, seperti halnya juga Saudi Arabia.

Perang Ṣiffîn adalah perang saudara kedua yang terjadi pada masa kepemimpinan ‘Alî. Lawan ‘Alî adalah Mu’âwiyah bin Abî Sufyân, sebagaimana telah disinggung di muka, satu marga dengan ‘Ustmân. Mu’âwiyah menuduh ‘Alî sebagai arsitek pembunuhan ‘Ustmân, suatu helah yang dicari-cari. Dalam perspektif duniawi, Mu’âwiyah adalah seorang politikus ulung, tangguh, sigap, dan kata banyak sumber juga licik. Pengalamannya sebagai gubernur telah mengukuhkan posisinya di kalangan rakyat Suria, sekalipun dia tidak populer di Mekkah dan Madinah. Perang ini berlangsung sekitar tiga bulan, pihak ‘Ali nyaris merebut kemenangan, tetapi berkat politik tipu musihat dari ‘Amr bin al-‘Ash, pengikut ‘Ali berhasil dipecah belah yang sangat menguntungkan pihak Mu’âwiyah yang kemudian minta berunding dengan mengangkat Alquran agar perang berhenti. ‘Alî sendiri faham betul kelicikan ini, tetapi dia gagal mempersatukan pendukungnya yang sebagian pro perdamaian, sebagian yang lain ingin melanjutkan perang.

Tentu ‘Âlî sebagai manusia biasa menjadi sangat frustrasi oleh suasana yang serba mencekam ini. Dari sisi moral, Mu’âwiyah memang tidak bisa disandingkan dengan ‘Alî. 

http://m.republika.co.id/berita/kolom/resonansi/15/05/05/nnuz5x-kapan-umat-islam-muak-berperang

Sunday, 10 August 2014

100 Perguruan Tinggi Terbaik Versi Webometrics Tahun 2014


      
Webometrics adalah salah satu perangkat atau sistem untuk mengukur atau memberikan penilaian terhadap kemajuan seluruh universitas atau perguruan tinggi terbaik di dunia (World Class University) melalui Website universitas tersebut.

Peringkat webometrics yang dimulai sejak tahun 2004 ini bisa menjadi patokan bagi calon mahasiswa dalam memilih universitas terbaik yang ada di Indonesia maupun di dunia.
Pada tahun 2008-2011, selama tiga tahun berturut-turut UGM menjadi perguruan terbaik di Indonesia dan  selalu menempati posisi pertama versi Webometrics. Kemudian peringkat ke dua dan ketiga diduduki oleh ITB dan UI.

UGM kembali menduduki peringkat pertama versi Webometrics Januari 2014, disusul ITB dan UI di peringkat ketiga.
Webometrics telah melakukan pemeringkatan terhadap 20.000 perguruan tinggi dari 200 negara, sebanyak 356 di antaranya adalah perguruan tinggi di Indonesia.
Lembaga peringkat berbasis di Spanyol ini merupakan sebuah inisiatif dari Cybermetrics Lab, sebuah kelompok penelitian dari Centro de Ciencias Humanas y Sociales (CCHS).
Indikator web yang digunakan berbasis pada scientomtric tradisional dan bibliometric, dan secara umum tujuannya adalah untuk meyakinkan komunitas akademik dan politik mengenai pentingnya publikasi web yang tidak hanya bisa untuk diseminasi pengetahuan akademik, melainkan juga untuk mengukur aktivitas ilmiah, kinerja dan imbasnya.
Webometrics tidak hanya bisa dilihat dari berapa banyaknya pengunjung atau desain dari website sebuah kampus tertentu, melainkan dari kualitas secara global dan keterlihatan (visibilityi) kampus tersebut (lebih lengkapnya bisa lihat situs ini www.webometrics.info) .

Webometrics menjangkau atau menilai aktivitas dari segenap sivitas akademik kampus, baik formal berupa e-journal dan sejenisnya maupun komunikasi informal.
Webometrics mendasarkan pada data kuantitatif yang dapat dikumpulkan dari berbagai aktivitas kampus dan segenap sivitas akademika kampus dan segenap sivitas akademikanya di dunia maya yang sekiranya memenuhi indikator penilaian.

Webometrics memiliki empat indikator penilaian yakni size atau ukuran keterjangkauan, yakni jumlah halaman web yang dapat dijangkau oleh empat mensin pencari seperti Google, Yahoo, Live Search, dan Exalead.

Visibility atau keterlihatan, yakni jumlah total link eksternal yang unik dan dapat dijangkau oleh Yahoo Search. Dan Rich Files atau banyaknya file yang relevan dengan aktivitas akademik dan publikasi dalam format Adobe Acrobat (pdf), Adobe PostScript (ps), Microsoft Word (doc) and Microsoft Powerpoint (ppt). Keempat data tersebut dapat diakses melalui Google, Yahoo Search, Live Search and Exalead. Serta Scholar atau jumlah paper dan kutipan tiap domain akademik berupa paper, laporan penelitian dan lainnya yang masuk dalam Google Scholar. Presentase perhitungan Webometrics, visibility (external link) 50 persen, size (web pages) 20 persen, rich files 15 persen, dan scholar 15 persen. Alasan persentase visibility atau keterlihatan sangat besar karena penilaian ini berdasarkan pada pandangan “pasar global baru” mengenai informasi akademik, dimana web ini sangat penting sebagai sarana internasionalisasi kampus.

Lebih lanjut Webometrics memberikan beberapa catatan yang menekankan keunggulan dari web ini dibanding dengan praktik perangkingan oleh lembaga lain, antara lain perangkingan yang di back up oleh perusahaan profit harus dicek secara serius, survei tidak lagi tepat digunakan sebagai alat untuk mengukur World Rangkings, karena tidak ada individu yang memiliki pengalaman mendalam, multinasional, dan multidisiplin yang masuk sebagai sampel reprensentatif di universitas-universitas, analisis link (link analysis) lebih kuat untuk evaluasi kualitas ketimbang analisis kutipan (citation analysis) yang hanya mengakomodasi pengakuan formal dari sekolompok ahli, karena link  tidak hanya mencakup kutipan bibliografis, tapi juga melibatkan pihak ketiga yang terlibat dalam aktivitas kampus.

Dengan adanya Webometrics tentu ini adalah sebuah peluang bagi beberapa universitas di negara berkembang bisa menikmati rangking universitas dunia.
Kuncinya adalah bagaimana universitas bisa memperbanyak konten (scientific paper) yang dishare ke publik, diindeks di mesin pencari, dan sedikit kepintaran universitas memainkan Search Engine Optimization (SEO) untuk mengarahkan mesin pencari ke situs universitas.

BERIKUT 100 PERINGKAT PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA VERSI WEBOMETRICS TAHUN 2014

1           Universitas Gadjah Mada
2            Universitas Indonesia
3            Institut Teknologi Bandung
4            Bogor Agricultural University
5            Universitas Diponegoro
6            Brawijaya University
7            Universitas Padjadjaran
8            Universitas Sebelas Maret
9            Airlangga University
10          Gunadarma University
11          Institut Teknologi Sepuluh Nopember
12          Universitas Pendikan Indonesia
13          Universitas Negeri Semarang
14          Hasanuddin University
15          Universitas Negeri Malang
16          Petra Christian University
17          Bina Nusantara BINUS University
18          Yogyakarta State University
19          Universitas Sriwijaya
20          Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
21          Universitas Riau
22          Universitas Esa Unggul (Universitas Indonusa)
23          Universitas Mercu Buana
24          Universitas Muhammadiyah Malang
25          Universitas Udayana
26          Universitas Sumatera Utara
27          Universitas Islam Indonesia
28          Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
29          Universitas Muhammadiyah Surakarta
30          Universitas Syiah Kuala
31          Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
32          Informatics and Computer College Stmik Amikom
33          Indonesia Universitas Computer UNIKOM
34          Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta
35          Universitas Jember
36          Universitas Bengkulu
37          Universitas Narotama
38          Universitas Surabaya
39          Andalas University
40          Universitas Jenderal Soedirman
41          Universitas Lampung
42          Ahmad Dahlan University
43          Universitas Pancasakti Tegal
44          Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya
45          STIKOM Surabaya
46          Universitas Negeri Surabaya
47          Universitas Pendidikan Ganesha
48          Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jakarta
49          Maranatha Christian University
50          Institut Sains & Teknologi Akprind
51          Universitas Negeri Medan
52          Universitas Singaperbangsa
53          Universitas Sam Ratulangi
54          STMIK MDP & STIE MDP
55          Universitas Kristen Satya Wacana
56          Universitas Negeri Padang
57          Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
58          Universitas Katolik Parahyangan
59          Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
60          Universitas Tanjungpura
61          Atma Jaya Yogyakarta University
62          Universitas Negeri Gorontalo
63          Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia
64          Institut Teknologi Telkom (Sekolah Tinggi Teknologi Telkom)
65          Universitas Dian Nuswantoro
66          Widya Manadala Catholic University
67          Universitas Terbuka
68          Institut Teknologi Nasional
69          Universitas Widyatama
70          Universitas Tarumanagara
71          Duta Wacana Christian University
72          Universitas Trisakti
73          Universitas Negeri Makassar
74          Islamic Universitas Sultan Agung
75          Universitas Katolik Soegijapranata
76          Universitas Tadulako
77          Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang
78          Telkom University
79          Universitas Nusa Cendana
80          Universitas Lambung Mangkurat
81          Universitas Negeri Jakarta
82          Universitas PGRI Yogyakarta
83          Universitas Bina Darma
84          Universitas Pelita Harapan
85          ISI Denpasar
86          STAIN Salatiga
87          Institut Seni Indonesia Surakarta
88          Universitas Bangka Belitung
89          Universitas Muhammadiyah Purworejo
90          Universitas Islam Nusantara
91          Universitas Pancasila
92          Universitas Sanata Dharma
93          Institut Seni Indonesia
94          Universitas Islam Bandung
95          Universitas Muhammadiyah Semarang
96          Universitas Pasundan
97          Universitas Trunojoyo
98          Universitas Mulawarman
99          Universitas Malikussaleh

100       Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka

Saturday, 2 August 2014

Peneliti Ini Klaim Bisa Unduh Film dalam Sekejap

Mengunduh satu gigabyte hanya butuh 0,2 milidetik.

VIVAnews - Belum lama ini, peneliti dari Denmark mengklaim telah sukses menciptakan jaringan generasi berikutnya, yaitu serat optik yang dapat mentransfer 43 terabyte per detik. Ini memungkinkan pengguna mengunduh film atau data sekitar satu gigabyte kurang dari sekejap mata yakni hanya 0,2 milidetik.

Mengutip Daily Mail, Sabtu 2 Agustus 2014, para peneliti yang berasal dari Technical University of Denmark ini mematahkan rekor yang sebelumnya dipegang para ahli di Karlsruhe Institut für Technologie, Jerman. Ketika itu, mereka menciptakan jaringan yang mampu mencapai 32 terabit per detik.

Untuk merengkuh diri sebagai pemegang rekor jaringan tercepat di dunia, tim peneliti tersebut menggunakan serat optik multi-core tunggal yang dikembangkan oleh perusahaan asal Jepang, Nippon Telegraph and Telephone Corporation (NTT Corp).

Jenis serat tersebut terdiri atas tujuh core (benang kaca), bukan single core yang biasa digunakan dalam serat standar, sehingga memungkinkan transfer data lebih besar.

Lalu lintas internet masa depan
Terkait hal tersebut, para peneliti mengatakan kompetisi di seluruh dunia menyajikan kecepatan data yang dapat memberikan kontribusi signifikan untuk mengakomodasi pertumbuhan data lalu lintas di internet.

Diperkirakan, lalu lintas di internet akan tumbuh sebesar 40-50 persen setiap tahunnya dan hal itu akan semakin melambung tinggi seiring banyak perangkat yang terhubung internet di rumah, dan teknologi mobil yang terkoneksi.

Bila itu sudah terjadi, konsumsi energi total internet secara keseluruhan akan menghasilkan lebih dari dua persen dari emisi karbon buatan manusia secara global, setara dengan industri transportasi.

"Oleh karena itu, penting untuk mendeteksi solusi internet yang dapat mengurangi konsumsi energi sekaligus memperluas bandwidth secara signifikan," kata para peneliti. (art)


© VIVA.co.id

Sumber: http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/525879-peneliti-ini-klaim-bisa-unduh-film-dalam-sekejap